Welcomce to Zona d'Zizta. Enjoy!. Powered by Blogger.

Joinmy Facebook

RSS

Mahasiswa Apatis, Haruskah?

Saya ingin bercerita sedikit tentang pengalaman saya sewaktu akan meliput berita disalah satu fakultas yang ada di universitas tempat saya kuliah saat ini. Kebetulan di fakultas tersebut sedang mengadakan sebuah seminar yang disponsori oleh salah satu perusahaan ternama di Indonesia.

Sewaktu sampai di fakultas tersebut, saya dan salah seorang rekan saya agak sedikit bingung karena kami berdua tidak tahu persis di ruangan mana seminar itu diadakan. Masalahnya suasa di fakultas tersebut terasa adem ayem saja. Mengingat pepatah orang tua dulu, “malu bertanya sesat di jalan” kami pun berinisiatif untuk menanyakan “kebingungan” kami tersebut kepada mahasiswa-mahasiswa yang ada di sana. Setelah kami menanyakan ke beberapa mahasiswa yang ada di sekitar fakultas tersebut, jawaban yang kami inginkan sungguh sangat tidak memuaskan-bahkan menyedihkan. Mereka yang kami tanyakan malah menjawab “Gag tau”, “Wah,,kami tidak tau”. Nggak tau, nggak tau, dan nggak tau. Begitulah jawaban yang kami dapat. Dan yang parahnya lagi, ketika pertanyaan yang sama kami ajukan ke beberapa mahasiswa yang sedang asyik nongkrong di siang bolong di salah satu lorong, jawaban mereka membuat saya geram, dengan senang hati dan tampang innocencenya mereka jawab begini, “Kami nggak tahu, jangan tanyakan masalah ini kepada kami”.

Walah... walah..... Gimana ya.. acara yang diadakan di kampus mereka sendiri saja mereka tidak peduli-atau bahkan tidak mau peduli! Ironis memang, ketika mahasiswa yang harusnya menjadi sosok yang care terhadap lingkungan di sekitar mereka, meraka malah tidak peduli, acuh tak acuh, dan bersikap masa bodoh. Untung saja acara tersebut memiliki direction yang baik, coba kalau acara tersebut memiliki tujuan yang jahat yang dapat merugikan kampus mereka sendiri, sementara mereka bersikap masa bodoh? Apa yang terjadi?

Saya tidak men-judge bahwa semua mahasiswa di seluruh Indonesia bahkan di seluruh belahan dunia ini apatis, tidak. Tapi, apakah sikap tersebut harus menghiasi sosok mahasiswa? Gambarannya seperti ini, di lingkungan kampus mereka saja mereka tidak mau peduli, apalagi jika berkenaan dengan lingkungan yang cakupannya lebih luas, contohnya saja, di lingkungan kedaerahan, provinsi, bahkan lingkungan negara-yang memang saat ini di hujani begitu banyak masalah yang entah sampai kapan finishnya.

Dengan sikap yang demikian menyedihkan, bisa saja kita terhanyut oleh arus yang kita sendiri tidak sadar akan adanya arus tersebut. Ketidakpedulian, acuh tak acuh, dan segala hal yang berkenaan dengan itu, hendaknya dapat kita hindarkan. Bangunlah rasa kepedulian, perhatian, dan loyalitas. Tidak ada salahnya, bukan? Malah dengan kepedulian tersebut akan terbangun rasa cinta kasih di antara mahasiswa. Mahasiswa adalah harapan bangsa. Mahasiswa adalah orang yang akan menggantikan segala kedudukan yang ada di pemerintahan saat ini. Mahasiswalah yang akan melanjutkan roda pemerintahan, dan mahasiswalah yang akan melanjutkan segala kegiatan rumah tangga pemerintahan. Bagaimana bisa menjalankan semua itu jika para mahasiswa dari hal yang terkecil saja mereka tidak mau peduli?


***

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment

marrii....mariii....

Leave a comment ya...