Cerita ini aku tulis sehubungan dengan tugas yang diberi salah satu dosen mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya (KLB) beberapa waktu yang lalu tentang pengalaman komunikasi lintas budaya yang pernah kita alami. Ok, ini kisahnya.
Pemerintah mencanangkan wajib belajar sembilan tahun, dan alhamdulillah waktu itu saya telah menamatkan pendidikan menengah pertama saya dengan sukses. SMP 3 Mandau adalah sekolah tempat saya menggali ilmu selama tiga tahun. Sekolah yang penuh kenangan ini terletak di Kota Duri, kota yang sekaligus merupakan tanah kelahiran saya. Sayangnya, saya tidak bisa menginjakkan kaki lagi di kota ini, karena saya dan keluarga merencanakan untuk pindah ke salah satu kota yang jika dibandingkan dengan kota Duri, tentunya kota ini jauh lebih bagus, baik dari segi fasilitas atau infrastrukturnya. Itulah alasan kami untuk moving
Hari yang saya takutkan ternyata datang juga. Heavily, saya meninggalkan kota yang selama 15 tahun saya tempati. Singkat cerita, saya menjadi warga baru di kota ini. Saya pun mulai mendaftrakan diri ke salah satu SMA favorit di kota ini. Nasib saya sungguh beruntung, karena saya dapat mengalahkan ribuan rival saya dan akhirnya saya diterima di sekolah yang terletak di komplek TNI AU ini.
Life must go on. Kata-kata itu yang selalu saya tanamkan di pikiran saya. Sangat berat rasanya jika harus memasuki kawasan baru. Moreover di kelas itu hanya saya, murid dari daerah yang berbeda. Semua teman sekelas saya merupakan warga asli kota itu. Di tambah lagi dari mereka ada yang sebelumnya berasal dari SMP yang sama. Jadi di kelas itu tidak begitu kaku. Tapi bagi saya yang dari sekolah-yang namanya saja mereka pasti tidak tahu, itu sangat menyiksa. So tortured :(
First day, saya lalui dengan cukup berat. Saya tidak menyangka individualitas remaja di kota ini cukup tinggi. Berbeda sekali dengan sekolah saya di Duri. Saya yang orangnya tidak bisa diam, langsung mengakrabkan diri dengan beberapa orang di kelas itu. Jurus kuno pun terpaksa saya keluarkan. SKSD alias Sok Kenal Sok Dekat. Hasilnya yah, lumayan, tapi tidak cukup mumuaskan. Saya masih merasakan ada jarak antara saya dan mereka. Namun, bagi saya itu wajar karena mungkin itu adalah hari pertama. But, second day, saya mendekatkan diri lagi. Saya memikirkan pembahasan apa yang bisa membuat saya dan mereka connect. Akhirnya saya mengambil ide untuk membahas musik dan radio-radio beken yang ada di kota ini, karena secara pribadi saya memang suka musik dan di Duri dulu saya sangat senang mendengarkan radio. Hasilnya, tentu membuat saya sangat puas. Saya mulai dekat dengan empat orang teman yang sama-sama suka musik dan hobi mendengarkan radio. Di sinilah kedekatan mulai terjalin. Berawal dari saling bertukar info lagu yang saat ini lagi hits, share lagu-lagu baru, bahkan kami kompakkan mendengar radio dan saling berkirim-kirim salam di radio tersebut. Kedekatan itu mulai berlanjut, kami sering ke kantin bersama, ngumpul-ngumpul bersama, bahkan hang out pun kami bersama.
***


2 comments:
hehe jadi sekarang dikota mana mbak ?
salam kenal sebelumnya :)
di pekanbaru...
:)
iaa,, salam kenal juga ^_^
Post a Comment
marrii....mariii....
Leave a comment ya...