Welcomce to Zona d'Zizta. Enjoy!. Powered by Blogger.

Joinmy Facebook

RSS

The Fantastic Night


Ini salah satu pengalamanku di suatu malam yang diselimuti angin malam nan dingin.. hoho…


Minggu, 2 Mei 2010. hari yang aku tunggu-tunggu karena hari itu aku akan mewawancarai sebuah band ibu kota yang namanya tidak perlu dipertanyakan lagi. KOTAK. kamu semua pasti udah kenal band yang beraliran rock ini kan? Kotak hadir di Pekanbaru untuk menjadi guest star di salah satu event produk yang diadain di top floor mall SKA Pekanbaru. Kebetulan aku dan 2 orang rekanku bertugas untuk mewawancarai band asal Bandung itu.

Banyak sih yang pengen aku ceritain...
Hmm...pas uda nyampe sana aja gag dibolehin masuk sama panitia karena terbaya konser
itu gag gratis!! Haha... 1 orang 30ribu 2 orang 20ribu. Yang bener aja.... dua orang rekan aku yang laen c pada bole masuk karena mereka ada ID Card wartawan. Nah, aku yang sejatinya belum dapet ID Card ya gag dibolehin masuk. Aku sempat frustated juga, Gimana kalo gag bisa masuk? Gimana kalo gag jadi wawancara? Gimana kalo ????

Tuhan memang selalu membuka jalan bagi umatnya yang baik. Setelah agak sedikit lama menunggu dengan kaki yang lumayan pegel,temanku tadi ketemu dengan salah satu kenalannya yang menjadi salah satu panitia di acara itu. And You Know What? Aku dibolehin masuuuuuuuukkkk :) : ) ^ ^


Langsung ke wawancaranya aja yah....


Waktu udah kelar manggung, anak-anak Kotak langsung pada ke hotel, dan waktu kami kesana sayangnya mereka keluar lagi cari makan. Aku dan temen2 nungguin sampai mereka n

yampe.

Setelah menunggu dan menunggu, Shela dan Posan yang duluan nyampe. Yah...sempat wawancara dikit sama Posan. Anaknya asyik... :)



Nih waktu uda selesai wawancara sama Posan-Drumernya Kotak

foto-foto dulu ... :D




Nggak lama setelah itu, Tantry dan Chua pun dateng. Waahhh....Chua manis bgd :)

Setelah ngerayu-rayu bang Erix (Manager Kotak) kami pun diboleh buat wawancara-meskipun dikasi waktu dikit. Gag banyak sih yang aku tanyain karena dikejar waktu. Yang pasti, personel Kotak itu baik-baik.. Aku seneng udah bisa ketemu sama mereka.


Eh,sewaktu udah nympe rumah terus keesookan harinya aku liad2 foto2 bareng Kotak kemarin, ada hal yang bikin aku kaget,ato apa ya namanya..

Ho Ho Ho...


Ternyata gelang yang dipake Tantry sama persis dengan gelang yang aku punya!


Lho.... kenapa waktu wawancara kemarin aku gag nyadar ya...


hehe




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TTM? For What??

Sebelum memulai corat-cotret, izinkan aku mengajukan beberapa pertanyaan yang terus mondar-mandir di kepalaku.. Begini ceritanya. Kenapa orang-orang banyak bahas tentang TTM? Apa yang kamu ketahui tentang TTM? Hmm... Teman Terus Merried? Teman Tapi Musuh? Atau Teman Terus Mesum??
Hehehe...


Menurut seorang “pakar” (ntah pakar apalah namanya), TTM itu semacam hubungan pertemanan antara dua orang yang berlawanan jenis yang cenderung mengarah kepada pacaran tapi yang satu ini dilakukan tanpa ikatan maupun komitmen.

Banyak banged orang-orang yang merasa bangga kalo lagi TTM-an. Padahal kalo dipikir-pikir, apa gunanya coba kita TTM-an?

Owh.. mugkin ada yang belum tau ya tanda-tanda orang yang pengen ngajak temenan tapi mesra:

1. Baru awal-awal temenan udah ngasih perhatian yang berlebihan.

2. Selalu curhat tentang masalahnya dan terkadang memaksa klita untuk curhat ke dia.

3. Lagaknya udah kayak orang yang paling mengerti kita.

4. Menunjukkan sinyal-sinyal cinta, tapi nggak pernah diungkapin dan anehnya dia melakukan itu kesemua teman yang disukai.

5. Bagi yang cowok, dia punya riwayat playboy dan ogah punya hubungan yang serius dengan satu cewek apalagi kalo harus terikat.

6. Selalu berusaha menyenagkan hati kita, ingin terlihat beda dari teman-teman yang lain dan tentunya jadi yang spesial di hati kita.


Coba deeh dipikir-pikir, nggak ada gunanya menjalin hubungan seperti itu. Banyak rugi dari pada untungnya. Emang enak dikasi ketidakpastian? Punya TTM tuh gag ada enaknya, meski banyak orang yang bilang lebih seru karena gag terikat dan bebas. Justru yang bebas itu yang gag enak untuk kita, terutama buat cewek.

***

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mahasiswa Apatis, Haruskah?

Saya ingin bercerita sedikit tentang pengalaman saya sewaktu akan meliput berita disalah satu fakultas yang ada di universitas tempat saya kuliah saat ini. Kebetulan di fakultas tersebut sedang mengadakan sebuah seminar yang disponsori oleh salah satu perusahaan ternama di Indonesia.

Sewaktu sampai di fakultas tersebut, saya dan salah seorang rekan saya agak sedikit bingung karena kami berdua tidak tahu persis di ruangan mana seminar itu diadakan. Masalahnya suasa di fakultas tersebut terasa adem ayem saja. Mengingat pepatah orang tua dulu, “malu bertanya sesat di jalan” kami pun berinisiatif untuk menanyakan “kebingungan” kami tersebut kepada mahasiswa-mahasiswa yang ada di sana. Setelah kami menanyakan ke beberapa mahasiswa yang ada di sekitar fakultas tersebut, jawaban yang kami inginkan sungguh sangat tidak memuaskan-bahkan menyedihkan. Mereka yang kami tanyakan malah menjawab “Gag tau”, “Wah,,kami tidak tau”. Nggak tau, nggak tau, dan nggak tau. Begitulah jawaban yang kami dapat. Dan yang parahnya lagi, ketika pertanyaan yang sama kami ajukan ke beberapa mahasiswa yang sedang asyik nongkrong di siang bolong di salah satu lorong, jawaban mereka membuat saya geram, dengan senang hati dan tampang innocencenya mereka jawab begini, “Kami nggak tahu, jangan tanyakan masalah ini kepada kami”.

Walah... walah..... Gimana ya.. acara yang diadakan di kampus mereka sendiri saja mereka tidak peduli-atau bahkan tidak mau peduli! Ironis memang, ketika mahasiswa yang harusnya menjadi sosok yang care terhadap lingkungan di sekitar mereka, meraka malah tidak peduli, acuh tak acuh, dan bersikap masa bodoh. Untung saja acara tersebut memiliki direction yang baik, coba kalau acara tersebut memiliki tujuan yang jahat yang dapat merugikan kampus mereka sendiri, sementara mereka bersikap masa bodoh? Apa yang terjadi?

Saya tidak men-judge bahwa semua mahasiswa di seluruh Indonesia bahkan di seluruh belahan dunia ini apatis, tidak. Tapi, apakah sikap tersebut harus menghiasi sosok mahasiswa? Gambarannya seperti ini, di lingkungan kampus mereka saja mereka tidak mau peduli, apalagi jika berkenaan dengan lingkungan yang cakupannya lebih luas, contohnya saja, di lingkungan kedaerahan, provinsi, bahkan lingkungan negara-yang memang saat ini di hujani begitu banyak masalah yang entah sampai kapan finishnya.

Dengan sikap yang demikian menyedihkan, bisa saja kita terhanyut oleh arus yang kita sendiri tidak sadar akan adanya arus tersebut. Ketidakpedulian, acuh tak acuh, dan segala hal yang berkenaan dengan itu, hendaknya dapat kita hindarkan. Bangunlah rasa kepedulian, perhatian, dan loyalitas. Tidak ada salahnya, bukan? Malah dengan kepedulian tersebut akan terbangun rasa cinta kasih di antara mahasiswa. Mahasiswa adalah harapan bangsa. Mahasiswa adalah orang yang akan menggantikan segala kedudukan yang ada di pemerintahan saat ini. Mahasiswalah yang akan melanjutkan roda pemerintahan, dan mahasiswalah yang akan melanjutkan segala kegiatan rumah tangga pemerintahan. Bagaimana bisa menjalankan semua itu jika para mahasiswa dari hal yang terkecil saja mereka tidak mau peduli?


***

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS